Minggu, 30 September 2012

Ruang Lingkup dan Prinsip- prinsip Pengembangan Masyarakat


Pengembangan Masyarakat memiliki sejarah panjang dalam praktek pekerjaan sosial (Payne, 1995; Suharto, 1997). Sebagai sebuah metode pekerjaan sosial, PM memungkinkan pemberi dan penerima pelayanan terlibat dalam proses perencanaan, pengawasan dan evaluasi. PM meliputi berbagai pelayanan sosial yang berbasis masyarakat mulai dari pelayanan preventif untuk anak-anak sampai pelayanan kuratif dan pengembangan untuk keluarga yang berpendapatan rendah.
Pengembangan masyarakat disini bisa diartikan salah satu metode atau pendekatan inti yang menunjukkan keunikan pekerja sosial dan membedakan profesi ini dengan profesi yang lain. Banyak disiplin mengklaim memiliki keahlian dalam bekerja dengan individu, keluarga dan kelompok. Namun hanya sedikit profesi yang memfokuskan pada keberfungsian klien dalam konteks organisasi, masyarakat dan kebijakan, salah satunya adalah pekerja sosial.

Secara hakekat community development merupakan suatu proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan oleh industri, pemerintah pusat dan daerah terhadap kehidupan komuniti-komuniti lokal, artinya bahwa industri adalah sebuah elemen dari serangkaian elemen hidup yang berlaku di masyarakat. Sebagai salah satu elemen, berarti industri masuk dalam struktur sosial msyarakat setempat dan berfungsi terhadap elemen lainya yang ada. Dan dengan kesadaranya, industri harus dapat membawa komuniti-komuniti lokal bergerak menuju kemandiriannya tanpa merusak tatanan sosial budaya yang sudah ada (Rudito,2003). Dengan kata lain masyarakat terdiri dari komuniti lokal, komuniti pendatang dan komuniti industri, yang kesemua komuniti tersebut saling mempengaruhi, berinteraksi dan beradaptasi sebagai anggota masyarakat.
         Secara umum community development adalah kegiatan pengembangan masyarakat yang harus dilakukan secara sistematis, terencana dan diarahakan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi sosial, ekonomi, dan kualitas kehidupan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya (Budimanta,2002).
Ada tiga dasar ruang lingkup program-program pengembangan masyarakat:
a.       Community services pelayanan masyarakat)
Merupakan pelayanan korporat untuk memenuhi kepentingan masyarakat ataupun kepentingan umum, seperti pembangunan fasilitas umum antara lain pembangunan ataupun peningkatan sarana transportasi/jalan, sarana pendidikan dll.
b.      Community Empowering (pemberdayaan masyarakat)
Program-program yang berkaitan dengan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandirianya. Berkaitan dengan program ini adalah seperti pengembangan ataupun penguatan kelompok-kelompok swadaya masyarakat,komuniti lokal, organisasi profesi serta peningkatan kapasitas usaha masyarakat yang berbasiskan sumber daya setempat.
c.       Community Relation (hubungan masyarakat)
Kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait, seperti konsultasi publik, penyuluhan dan sebagainya.
Prinsip Pengembangan Masyarakat
Prinsip dasar pengembangan masyarakat (community development) yang bersumber dari dunia usaha dan pemerintah pada dasarnya masih memandang komuniti lokal, sebagai obyek yang harus diperhatikan dan dirubah agar dapat setara kehidupanya dengan komuniti lainnya dan mandiri.
 Prinsip-Prinsip pengembangan masyarakat adalah landasan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pekerja sosial masyarakat, dan ini harus terinternalisasi dalam diri pekerja sosial masyarakat. Prinsip-prinsip pengembangan masyarakat yang dikemukakan di sini ialah keterpaduan, berkelanjutan, keserasian, kemampuan sendiri (swadaya dan gotong royong), dan kaderisasi. Penjelasan dari prinsip-prinsip tersebut adalah:
1.      Prinsip keterpaduan memberi tekanan bahwa kegiatan pengembangan masyarakat didasarkan pada program-program yang disusun oleh masyarakat dengan bimbingan dari lembaga-lembaga yang mempunyai hubungan tugas dalam pembangunan masyarakat.
2.      Prinsip berkelanjutan memberi arti bahwa kegiatan pembangunan masyarakat itu tidak dilakukan sekali tuntas tetapi kegiatannya terus menerus menuju ke arah yang lebih sempurna.
3.      Prinsip keserasian diterapkan pada program-program pembangunan masyarakat yang memperhatikan kepentingan masyarakat dan kepentingan Pemerintah.
4.      Prinsip kemampuan sendiri berarti dalam melaksanakan kegiatan dasar yang menjadi acuan adalah kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat sendiri.
Prinsip-prinsip di atas memperjelas makna bahwa program-program pendidikan nonformal berbasis masyarakat harus dapat mendorong dan menumbuhkan semangat pengembangan masyarakat, termasuk keterampilan apa yang harus dijadikan substansi pembelajaran dalam pendidikan nonformal. Oleh karena itu, upaya untuk menjadikan pendidikan nonformal sebagai bagian dari kegiatan masyarakat memerlukan upaya-upaya yang serius agar hasil dari pendidikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas hidup mereka.
Dalam hal ini perlu disadari bahwa pengembangan masyarakat itu akan lancar apabila di masyarakat itu telah berkembang motivasi untuk membangun serta telah tumbuh kesadaran dan semangat mengembangkan diri ditambah kemampuan serta ketrampilan tertentu yang dapat menopangnya, dan melalui kegiatan pendidikan, khususnya pendidikan nonformal diharapkan dapat tumbuh suatu semangat yang tinggi untuk membangun masyarakat desanya sendiri sabagai suatu kontribusi bagi pembangunan bangsa pada umumnya. Prinsip-Prinsip pengembangan masyarakat adalah landasan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pekerja sosial masyarakat, dan ini harus terinternalisasi dalam diri pekerja sosial masyarakat. Menurut CSR prinsip-prinsip pengembangan masyarakat diantaranya adalah sebagai berikut: 
1.   Kehendak menolong diri sendiri dan bertanggung jawab atas diri adalah prasayarat pengembangan
      masyarakat yang berhasil
2.      Partisipasi dalam pengambilan keputusan publik haruslah bebas dan terbuka
3.      Representasi dan perspektif yang luas adalah prasyarat bagi keefektifan pengembangan masyarakat
4.      Metode yang baik harus digunakan untuk menilai kondisi masyarakat dan isu yang penting menurut
      SWOT
5.      Saling pengertian dan konsensus adalah dasar perubahan
6.      Setiap orang punya hak didengar dalam diskusi terbuka, baik pendapatnya sama atau berseberangan
      dengan norma masyarakat
7.      Setiap anggota masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi mengubah masyarakatnya
8.      Hak untuk berpartisipasi menimbulkan kewajiban untuk saling menghormati
9.      Ketidaksetujuan harus terfokus kepada isu dan pemecahannya, bukan masalah personal dan politik
10.  Kepercayaan adalah prasyarat dalam kerja yang efektif dan harus dibangun agar masyarakat bisa
      mencapai potensi tertingginya

Nilai dan Kepercayaan Pengembangan Masyarakat
Pengembangan masyarakat pada dasarnya merupakan strategi perubahan sosial terencana yang secara profesional di desain untuk mengatasi masalah. Masyarakat beserta kebudayaan yang ada didalamnya senantiasa akan mengalami perubahan, baik perubahan yang terjadi secara lambat maupun cepat. Perubahan-perubahan ini dianggap sebagai sesuatu yang wajar karena pengetahuan dan keadaan fisik masyarakat akan berkembang.
Perubahan secara cepat menjadi tidak wajar apabila kemampuan masyarakat dengan pengetahuan yang ada tidak dapat memahami perubahan gejala sosial yang ada. Untuk itu dibutuhkan nilai-nilai pengembangan masyarakat dan kepercayaan yang harus dimunculkan kepada masyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut:
·         Masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka
·         Masyarakat berhak untuk memperjuangkan lingkungan yang mereka inginkan
·         Masyarakat berhak tahu, menolak, maupun mengubah kondisi yang dimasukkan oleh pihak eksternal
·         Demokrasi partisipatori adalah cara terbaik berhubungan dengan masyarakat
·         Memaksimumkan interaksi antarorang akan meningkatkan potensi pembangunan yang positif
·         Dialog antaranggota masyarakat akan membuat orang bekerja untuk masyarakatnya
·         Kepemilikan dan komitmen bertindak akan terjadi manakala masyarakat membuat rencana CD strategi 
      Fokus CD adalah membuat orang secara mandiri dan efektif mengatasi masalah mereka sendiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar